Rabu, 03 Februari 2010

INDEFF AJANGNYA FILM ANAK SEKOLAH

Mau ikut lomba bikin film anak sekolah? Sekaranglah saatnya kalau kalian memang berbakat untuk menggeluti dunia sinematografi. Bagaimana caranya? Kalau kalian memang anak sekolah, ada bakat dibidang seni akting, sutradara, penata artistik atau kalau kalian memang punya kamera, dan berbakat menjadi pemegang kamera, atau editing, atau menulis cerita dan scenarionya, sekaranglah saatnya.

Kirimkan karya film kamu ke Jl.H. Naman No.22 A. Pondok Kelapa Jakarta Timur.
Atau telepon-Faks =6221.8651880. Email: indeffindonesia@yahoo.co.id

Cerita asli karya pelajar. Sutradara, kamera, pemain, artistik, editing harus dikerjakan kamu-kamu yang masih berstatus pelajar.

Yang berhasil masuk nominasi, akan ditayangkan di TVRI. Selamat mengikuti. Batas waktu tanyakan langsung ke Indeff.


INDONESIAN STUDENT FILM FESTIVAL

Want to make a movie contest school children? Now is the time when you are talented to wrestle the world cinematography. How? If you're a school kid, there was talent in the field of art of acting, directing, artistic stylist or if you do have cameras, and talented to be the camera, or editing, or writing stories and scenarionya, now is the time.

Submit your films to Jl.H. Naman No.22.A. Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Or phone-Fax = 6221.8651880. Email: indeffindonesia@yahoo.co.id

Original story by the student. Director, camera, player, artistic, editing should be done you who still are students.

That been nominated, will be shown on TVRI. Congratulations to follow. The deadline to ask direct Indeff.

Kamis, 21 Januari 2010

EXERCISE PLAYS


Many students who feel they have no talent to join exercise play. Come play exercise is not to be a showman. But without the conscious, so over time as a student, the choice to live here, maybe as a father, merchants, police, politicians, the ability of an actor was needed there. The ability of an actor turned out to need all the people in this life.

Sabtu, 02 Januari 2010

HAPPY YEAR 2010

Year 2009 has ended. Increasingly uncertain world. World increasingly filled with people who are not honest. These include the country's most corrupt countries. High leadership clash each other because of competition office. Life in this country even more uncomfortable, because all around us, hanging around people who are just selfish. What about the arts in Medan? Can art be a barometer of the field at the national level? Do not make art just to spend budget funds in each end of the year.
HAPPY YEAR 2010 live. GOOD BETTER YEAR 2010 YEAR FROM 2009.

Rabu, 16 Desember 2009

DKM end of 2009

The end of 2009, activities in the field of art experienced a slight improvement compared the previous years. Arts Council of North Sumatra which halted operations for 3 years, received funding from the Government budget of Medan for 35 million rupiah. With minimal funds DKM proved capable of conducting various activities in the field of art.

What about DKSU? According to some artists, DKSU should be dissolved just because management is not clear. Besides the old management DKSU completed.

Need to change leadership DKSU. That said, an artist who refused to be named

Minggu, 22 November 2009

Tragedi Djombang

After the success of Imago shuffled Theater audience of hundreds of pairs of eyes on the night of 17 November 2009 and then, turn to Block Theater Field brought the manuscript to appear "Djombang" or "scattered Persons" on the main stage of TBM North Sumatra on 20 November 2009 night. Attendance is not as dense Ulok King show, but the story shows the tragedy Djombang family households, making the audience roar chest, because rape horror gripped Djombang daughter-inflicted Djombang own. Djombang raped her, which he forced a youth to be responsible and must be willing to marry a child who had been pregnant. Boys Djombang not accept. Burhan challenged youth to be responsible. Hearing who raped his sister was his biological father, Burhan furious. Burhan home with his biological father's head as the redeemer anger. This tragedy quite successful in playing the actors and actresses from the leadership Afrion Theater Block. Although there is still need improvement, Djombang show did not disappoint.

Kamis, 19 November 2009

PEMENTASAN 'RAJA ULOK' SUKSES

Teater Imago Medan malam tanggal 17 November 2009 tampil di pentas utama Taman Budaya Medan membawakan lakon yang sumbernya dari cerita rakyat Pantai Cermin yang berjudul ;Eaja Ulok'.

Cerita yang berdurasi satu jam setengah itu dimainkan para Mahasiswa dari tiga kampus yang ada di Medan. Teater Alif IAIN Sumatera Utara menampilkan pemain berbakat Ardi, Ani, Tata, Sulaiman dan Apri SR AHA, Rina, Ridho, Abdel, Rina Olif, Juju dan Apri SR AHA. Sementara dari USU tampil Ross dan Ulfa. Eva dan Rudy dari UMA.

Raja Ulok berkisah tentang ke zoliman Raja negeri Hong Balihong yang kerjanya asik mengulok rakyat lewat sayembara mengulok Raja. Siapa yang berhasil mengulok raja sanmpai percaya, itulah pemenangnya.

Satu persatu pesertab gugur karena raja tetap percaya dengan cerita bohongnya. Bila cerita tak menarik, raja langsung memancung peserta.

Walau akhirnya seorang pemuda berhasil mengulok raja, raja yang tak mengakui ulok pemuda tak sadar raja sebenarnya kalah. Namun raja engkar dengan janjinya.

Pemuda nekad. Putri Raja di ancam dan dibawa paksa ke negerinya. Raja berang dan ceritapun berahir.

Lakon yang berdurasi 1 jam setengah itu berhasil membuat semua penonton tertawa terbahak-bahak melihat adegan-adegan gila-gilaan dari seluruh pemain yang jumlahnya lebih dari 20 pemain itu.

Kembali Imago berhasil dengan lakon komidi yang seluruh pemainnya adalah mahasiswa berbagai jurusan. Ani dan Ardi serta Sulaiman adalah bibit unggul dari IAIN Sumatera Utara. Begitu juga Ross dan Ulfa. Mereka bermain sangat kocak sekali.

Selamat buat teater Imago Medan.

Minggu, 01 November 2009

RAJA TEBALEK 'O' USU KARIKATURAL




18 THN USIA TEATER 'O' USU

18 tahun lalu beberapa anak muda terlihat berlatih besik teater di open stage Taman Budaya Medan. Buoy Hardjo (alm) tampak sedang mengarahkan anak-anak muda yang sedang asyik mengolah tubuh agar lentur saat berhadapan dengan penontonnya.
Siapa mereka? Ternyata mereka itulah anak-anak muda yang sedang menyiapkan naskah 'SOK' adaptasi Buoy Hardjo. Mereka itulah cikal bikal penerus teater Sumatera Utara yang mengusung nama besar kampus USU dengan nama teater " O".

Kini sudah 18 tahun mereka malang melintang di dunia seni teater. Yulhasni sebagai sinyoren masih terus memperhatikan adik-adiknya dalam menekuni seni teater yang tak pernah menjanjikan apa-apa itu.

Julhasi menulis dan menulis. Yusrianto juga. Walau mereka sudah lama menyelesaikan studinya di USU, namun kepudilian apada almamater terus membara mengisi ruang gerak keseharian mereka. Tak banyak yang dapat mengikuti jejak mereka. Jumahir yang penulis kenal entah dimana sekarang.

Teater " O" telah memiliki identitas. Karikutaral ada ciri khas mereka. Mereka menghibur penontonnya. Mereka juga meng-kritik situasi dengan gaya mereka yang khas seperti dalam lakon " Raja Tebalek" yang di tulis Yusrianto Nasution.

Sekarang ini teater KAMPUS memang telah ikut menentukan maju mundurnya seni teater di Sumatera Utara. Dengan adanya pemberian anugerah seni saat sebelum pertunjukan di gelar,


membuktikan betapa peduli mereka dengan orang-orang yang menggeluti seni teater tanpa pamrih.




D. Rifai Harahap, pendiri teater Imago Medan, terlihat tampil pertama dihadapan penontonnya yang kemudian diikuti Edi Siswanto, Irwan Arby, Herwin Kampusi, Porman Wilson, dan Yondik Tanto pendiri D'Lick Teater Team yang sesehari dapat dilihat di Taman Budaya Medan.


Anugerah yang mereka berikan sangat besar sekali nilainya. Anugerah yang tulus, penghargaan yang datang dari lubuk hati yang paling dalam.

Setelah prosesi pemberian anugerah seni kepada 9 tokoh teater Suimatera Utara, pementasan 'Raja Tebalek' pun di mulai.
Bagaimana hasilnya? Tunggu kupasan pementasan teater " O" di jilid ke dua.