Sabtu, 14 Mei 2011

BELUM MAKSIMAL


TEATER GENERASI DAN RUMAH KATAPENTASKAN NASKAH SATIR IDRIS SIREGAR
RAJA DAN RATU AIR BELUM MAKSIMAL
Agaknya penonton yang hadir malam tanggal 13 Mai 2011 kurang tertarik dengan suguhan Teater Generasi dalam membawakan naskah Idris Siregar yang berjudul “ Raja Dan Ratu Air” yang menceritakan pertentangan dua kubu ya ng akan menaikkan harga air. Awal adegan memang membuat sebagian penonton ‘gerr’ begitu menyaksikan adegan yang sedikit karikatural.
Ternyata kemampuan yang ada tidak mampu bertahan. Lakon yang dimainkan oleh anak-anak generasi , tepatnya saat Suyadi masuk, beberapa penonton meninggalkan kursinya. Jalannya adegan terasa sangat lamban. Keluar masuknya pemain dan pencahayaan yang kurang mendukung, ditambah ilustrasi musik yang belum mengenai sasaran, karya Idris Siregar itu sepertinya kurang mendapat porsi latihan yang maksimal.
Sebagai sutradara, Suyadi San belum menemukan bentuk yang ‘pas’ dalam mengangkat naskah Idris Siregar. Adegan yang ditempatkan di depan penonton barisan depan, sangat merugikan penonton yang duduk di tengah dan belakang. Penonton tak dapat melihat adegan yang terjadi di depan terkecuali melihat kepala dan bayangan badan penonton yang ada di barisan depan. Tidak nyaman. Sayang awal pertunjukan yang telah terbina mencair begitu saja dikarenakan sutradara harus mengarahkan dirinya sendiri pada waktu latihan.
Mudah-mudahan pada pertunjukan berikutnya, Teater Generasi dapat tampil maksimal.

Kamis, 05 Mei 2011




ADEGAN DARI KARYA D. RIVAI HARAHAP YANG BERJUDUL 'RAJA ULOK'

IMAGO DALAM FOTO



FOTO RAJA YANG - RAJA HONG SUTRADARA D. RIVAI HARAHAP. DIPENTASKAN DI GEDUNG UTAMA TAMAN BUDAYA MEDAN TAHUN 1910. PEMAIN: ADEK, APRI, ROS, SULAIMAN SULEK, GUNTUR, ARDI, IHKSAN, DLL.

IMAGO DALAM FOTO

FOTO RAJA YANG - RAJO HONG

Selasa, 03 Mei 2011

100 TAHUN PENYAIR AMIR HAMZAH

Dalam kata sambutannya. Dr. Sofyan Tan menyambut baik acara memperingati 100 tahun penyair Amir Hamzah yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Februari 2011 lalu di tempat yang sama, yaitu di Sekolah Sultan Iskandar Muda Pekan Sunggal Medan. Lomba yang diikuti sekolah Lanjutan Atas se-Sumut dan Aceh itu berhasil dimenangkan oleh sekolah dari Tanjung Balai, Binjai dan Medan.

Dalam arahan akhir, ketua Dewan Juri Idris Pasaribu mengatakan, lomba telah berhasil dimenangkan oleh pelajar dari Tanjung Balai, Binjai dan Medan, namun, hasil yang telah dicapai belum maksimal. Pemenang harus menyadari setiap kelemahan dan jangan cepat puas diri dengan kemenangan yang diperoleh, karena masih banyak lagi yang harus diperbaiki siswa dalam teknik bacaan, penghayatan dan irama puitik dari puisi yang dibacakan.

Untuk menampilkan tanggal 4 Mai 2011 pada upacara 100 Tahun Amkir Hamzah, Idris Pasaribu mengajak pemenang untuk berlatih di Taman Budaya Medan selama dua jam.

100 Tahun penyair Amir Hamzah


Amir Hamzah yang tewas dalam aksi brutal orang komunis dalam revolusi sosial di tahun 1947, diperingati oleh Perguruan Sultan Iskandar Muda Pimpinan DR. Sofyan Tan di sekolahnya tanggal 4 Mai 2011 lalu. Guna memeriahkan 100 tahun Raja Penyair itu, diadakan lomba baca puisi karya Amor Hamzah yang diikuti sekolah lanjutan ata se Sumatera Utara sejak tanggal 28 s/d 29 April di aula Sekolah Sultan Iskandar Muda. Ketua Dewan Juri, Idris Pasaribu mengumumkan hasil lomba baca puisi pelajar se sumatera Utara di menangkan sekolah dari Tanjung Balai, Binjai dan Medan. Juri terdiri dari Idris Pasaribu, D. Rivai Harahap dan Hendri Chaniago.

Selasa, 29 Maret 2011

opera batak

THOMSON HS MENCARI PASAR

Tilhang memang telah lama tiada. Namun warisannya berupa seni pertunjukan yang ia lakoni selama bertahun-tahun dalam membawakan cerita-cerita sedih dan gembira tetap berlanjut sampai kini.

Marsius Sihotang, yang telag melanglang buana kebanyak negeri seperti Amerika, Eropah. Jepang dan Australia, tidak membuat opera Batak bertahan sebagai seni pertunjukan yang diminati banyak orang. Opera Batak, seperti halnya sandiwara Keliling, Teater Modern, tetap tidak mampu meyakini penontonnya untuk datang memenuhi gedung perytunjukan yang ada.

Nama Thomson HS sebagai penggiat seni warisan Tilhang Gultom itu mementaskan cerita Si Johana di Gedung Utama Taman Budaya Medan beberapa waktu lalu di bulan Maret 2011. Tontonan yang di Sutradarai Thomson HS menggelitik dan menghibur. Lumayan sebagai tontonan, walau Baharuddin Saputra banyak yang tak paham dialog yang disampaikan karena mempergunakan bahasa Batak, Simalungun dan Karo.

Tapi pertunjukan itu bagus, ujar Bahar.