Amir Hamzah yang tewas dalam aksi brutal orang komunis dalam revolusi sosial di tahun 1947, diperingati oleh Perguruan Sultan Iskandar Muda Pimpinan DR. Sofyan Tan di sekolahnya tanggal 4 Mai 2011 lalu. Guna memeriahkan 100 tahun Raja Penyair itu, diadakan lomba baca puisi karya Amor Hamzah yang diikuti sekolah lanjutan ata se Sumatera Utara sejak tanggal 28 s/d 29 April di aula Sekolah Sultan Iskandar Muda. Ketua Dewan Juri, Idris Pasaribu mengumumkan hasil lomba baca puisi pelajar se sumatera Utara di menangkan sekolah dari Tanjung Balai, Binjai dan Medan. Juri terdiri dari Idris Pasaribu, D. Rivai Harahap dan Hendri Chaniago.
Selasa, 03 Mei 2011
100 Tahun penyair Amir Hamzah
Amir Hamzah yang tewas dalam aksi brutal orang komunis dalam revolusi sosial di tahun 1947, diperingati oleh Perguruan Sultan Iskandar Muda Pimpinan DR. Sofyan Tan di sekolahnya tanggal 4 Mai 2011 lalu. Guna memeriahkan 100 tahun Raja Penyair itu, diadakan lomba baca puisi karya Amor Hamzah yang diikuti sekolah lanjutan ata se Sumatera Utara sejak tanggal 28 s/d 29 April di aula Sekolah Sultan Iskandar Muda. Ketua Dewan Juri, Idris Pasaribu mengumumkan hasil lomba baca puisi pelajar se sumatera Utara di menangkan sekolah dari Tanjung Balai, Binjai dan Medan. Juri terdiri dari Idris Pasaribu, D. Rivai Harahap dan Hendri Chaniago.
Selasa, 29 Maret 2011
opera batak
THOMSON HS MENCARI PASAR
Tilhang memang telah lama tiada. Namun warisannya berupa seni pertunjukan yang ia lakoni selama bertahun-tahun dalam membawakan cerita-cerita sedih dan gembira tetap berlanjut sampai kini.
Marsius Sihotang, yang telag melanglang buana kebanyak negeri seperti Amerika, Eropah. Jepang dan Australia, tidak membuat opera Batak bertahan sebagai seni pertunjukan yang diminati banyak orang. Opera Batak, seperti halnya sandiwara Keliling, Teater Modern, tetap tidak mampu meyakini penontonnya untuk datang memenuhi gedung perytunjukan yang ada.
Nama Thomson HS sebagai penggiat seni warisan Tilhang Gultom itu mementaskan cerita Si Johana di Gedung Utama Taman Budaya Medan beberapa waktu lalu di bulan Maret 2011. Tontonan yang di Sutradarai Thomson HS menggelitik dan menghibur. Lumayan sebagai tontonan, walau Baharuddin Saputra banyak yang tak paham dialog yang disampaikan karena mempergunakan bahasa Batak, Simalungun dan Karo.
Tapi pertunjukan itu bagus, ujar Bahar.
Tilhang memang telah lama tiada. Namun warisannya berupa seni pertunjukan yang ia lakoni selama bertahun-tahun dalam membawakan cerita-cerita sedih dan gembira tetap berlanjut sampai kini.
Marsius Sihotang, yang telag melanglang buana kebanyak negeri seperti Amerika, Eropah. Jepang dan Australia, tidak membuat opera Batak bertahan sebagai seni pertunjukan yang diminati banyak orang. Opera Batak, seperti halnya sandiwara Keliling, Teater Modern, tetap tidak mampu meyakini penontonnya untuk datang memenuhi gedung perytunjukan yang ada.
Nama Thomson HS sebagai penggiat seni warisan Tilhang Gultom itu mementaskan cerita Si Johana di Gedung Utama Taman Budaya Medan beberapa waktu lalu di bulan Maret 2011. Tontonan yang di Sutradarai Thomson HS menggelitik dan menghibur. Lumayan sebagai tontonan, walau Baharuddin Saputra banyak yang tak paham dialog yang disampaikan karena mempergunakan bahasa Batak, Simalungun dan Karo.
Tapi pertunjukan itu bagus, ujar Bahar.
Rabu, 09 Maret 2011
OMONG - OMONG SASTRA DI BINJAI

Tanggal 6 (minggu ) Maret 2011 lalu, omong-omong sastra berlanjut dikediaman Saifuddin Lubis yang guru dan juga sastrawan. Sebelumnya, di bulan Februari minggu pertama acara serupa berlangsung di sastrawan Idris Siregar yang juga pegawai negeri.
Hadir dalam kesempatan OOS di rumah Saifuddin Lubis sastrawan Sulaiman Sambas, Damiri Mahmud, Norman Tamin, Datuk Ali Yusron dan D.Rivai Harahap.
Tampil menyampaikan makalah Yulhasni dan Wahyu Wiji Astuti berjudul Komunitas satra di Sumut dan Jejak Puisi Kontemporer
di Batin Penulis Muda Sumut.
Acara OOS di ulan berikutnya acara yang sama direncanakan ke rumah salah seorang mahasiswa yang hadir, di kawasan ps 2 Kec. Sei Rotan.
Sabtu, 05 Maret 2011
DUA TEMAN


DAMIRI MAHMUD DAN A. RAHIM QAHHAR ADALAH DUA TEMAN DARWIS RIFAI HARAHAP DI SMA. WIDIYASANA JALAN GB. YOSWA MEDAN TAHUN 1962 S/D 1963. DAMIRI SEJAK DIBANGKU SEKOLAH SUDAH AKTIF MENULIS PUISI YANG IA JILID SENDIRI. A. RAHIM QAHHAR SUDAH MENULIS CERPEN. BEBERAPA CERPENNYA SEMASA SEKOLAH DIMUAT DI MINGGUAN MIMBAR UMUM MEDAN. SEMENTARA DARWIS AKTIF BERMAIN TEATER DAN PENATA ARTISTIK DI SEKOLAH.
KINI KE TIGANYA TELAH BERUSIA 60 TAHUN LEBIH. TERKADANG KE TIGA TEMAN SEKELAS INI MASIH SERING BERTEMU DI TAMAN BUDAYA MEDAN. MEREKA BERTIGA ADALAH ORANG YANG BENAR-BENAR SETIA DENGAN DUNIA SENI YANG DIGELUTINYA.
MEREKA TELAH TIADA
Aldian Aripin, penyair Sumatera Utara telah menghadap Khaliknya di bulan Oktober 2010. Beberaqpa bulan kemudian selang beberapa minggu, menyusul Ben M.Pasaribu, seniman musik dan dosen di Unimed Medan. Ben menghadap Tuhan di usia muda. Beberapa minggu kemudian, di bulan Januari 2011, sahabat Aldian Aripin, Z. Pangaduan Lubis menyusulnya. ZPL juga menderita serangan strok seperti Aldian. Barani Nasution masih sempat mengantarkan zenazah Z.Pangaduan Lubis ke tempat peristrahatan terkahirnya di tanah wakaf Gang Sado Medan Perjuangan. Esoknya Barani berangkat ke Jakarta menemui anak-anak dan cucunya....Takdir berkehendak lain, Barani Nasution dipanggil Khaliknya di usia 69 tahun. Berselang beberapa hari, Antilan Purba pula yang di panggil Allah. Ia berjuang melawan sakit kanker yang dideritanya hampir dua tahun. Antilan telah menyusul saudara-suadaranya...Moga Allah memberi mereka tempat layak di sisiNya. Amin.
mereka telah tiada
Oktober 2010 Penyair Aldian Aripin berpulang. Menyusul Ben.M.Pasaribu, dosen musik di Unimed Medan. Januari 2011, seniman Zainuddin Pangaduan Lubis menyusul di usia 74 tahun. ZPL juga seperti Aldian Aripin, diusia 70 strok mengakrapi mereka. Barani Nasution masih sempat mengantarkan Z.Pangaduan Lubis ke tempat peristrahatannya yang terakhir. Esoknya Barani Nasution berangkat ke Jakarta mengunjungi anak-anak dan cucu-cucunya. Ternyata Allah menentukan lain. Rekan kita ini meninggal dunia karena serangan jantung yg tiba-tiba. Innalillah...Ternyata semua sahabat harus menyelesaikan kontraknya di dunia yg fana ini. Februari 2011, menyusul Antilan Purba, dosen bahasa san sastra di Unimed, tapi ia juga seorang penyair dan penulis yg produktip, sakit kanker yg ia derita sejak dua tahun lalu, menyebabkan kepergiannya...Moga kalian semua mendapat tempat yg layak di sisiNya. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
