Rabu, 04 Juni 2008

FOTO KENANGAN ANAK IMAGO DENGAN BUOY HARDJO


Tiga Anak Teater Imago Medan, Ayub Badrin, Bahar Adexinal dan Irma Karyono punya kenangan terindah dengan senior mereka dari Teater Nasional Medan yakni Alm. Buoy Hardjo. Ketika itu api berteater masih bergelora pada ketiga anak muda dari Teater Imago itu. Malam itu mereka sengaja nginap di rumah Buoy Haardjo (tidur sebelah kiri), saat itu senior dan junior sedang menyusun proposal. Coba tebak saja kira-kira tahunnya, karena menuangkan proposal masih menggunakan mesin tik.

Selasa, 03 Juni 2008

FOTO KENANGAN PEMENTASAN MALAS


Anak-anak Teater Imago berfoto beberapa menit sebelum pementasan repotoar Malas Karya N. Riantiarno di Auditorium Taman Budaya Sumatera Utara. Mereka adalah Ayub Badrin, Bahar Adexinal, Syahrial, Teddy Witarta (M.Yamin), Sofie Saca dan lain-lain.

AYUB BERFOTO DENGAN TEMAN TEATER MEDAN


Ayub punya kenangan main Teater di kota Mataram, Nusa Tengara Barat. Waktu itu Ayub bertemu dengan anak-anak Teater Medan. Ayub dua tahun berada di ujung Timur Indonesia itu. Waktu itu Ayub yang menjadi kontingen NTB bertemu dengan anak-anak Teater kontingen Sumatera Utar, seperti D. Rifai Harahap, Yan Amarni Lubis, Yondik Tanto dan Rizal Siregar (waktu itu masih wartawan Majalah Film Jakarta). Foto yang lagi belagak di belakang adalah Ayub Badrin dan Yan Amarni Lubis ketika di SOLO dalam acara Pertemuan Teater Solo 1993. Saat itu Ayub Badrin bersama anak Teater Bengkel Aktor Mataram, NTB.

AYUB MENIKAH DIAPIT DUA TOKOH TEATER MEDAN


Foto Ayub Badrin saat menikah, bersama tokoh teater Kartupat Medan, Alm. Raswin Hasibuan dan Alm. Aida Mahmun.

PUISI

Buta Tak Buta
Oleh: Taufiq HR Zen Alnezaf

Ikan tak tahu Air
Harimau tak tahu Tanah
Rajawali tak tahu Angin
segala Wujud yang tahu
Api bersembunyi di dalam Air,
Tanah dan Angin

Bogor, 2008

Senin, 02 Juni 2008

GELI KALI AH...

Asal Muasal Break Dance

Oleh: Dahri Uhum
Diceritakan ulang: rizal siregar

Suatu hari disaat ngumpul di Teater Terbuka Taman Budaya Medan
Dahari Uhum berkata, “Tahukan kalian tentag asal muasal Break Dance?”
Anak-anak teater menggelengkan kepalanya, seraya berkata;
“Tak tahu bang…!”
Bang Dahri berkara, sembari tertawa,
“Break Dance, itu berasal dari Sumatera Barat”
“Bagaimana bisa bang? Itukan tarian anak muda di Amerika,” kata anak teater
“Inilah kalian bodoh kali. Mau kali dibodoh-bodohi orang Amerika. Tarian itu
berasal dari Sumatera Barat! Inilah kalian tak tahu tentang budaya nusantara!”
Semua anak teater yang sedang ngumpul saling pandang.

Dengan mata melotot Bang Dahri berkata:
“Waktu berak di sungai, urang awak itu berjejer. Karena menghindari beraknya sendiri, ia berkata, ‘berak den! Berak den! Awas berak den...!”
Semua anak teater semakin penasaran.
“Saat urak awak itu berak bergoyang-goyang menghidari kotoran, sempat dilihat seniman tari

yang lalu mendapat inspiarsi membuat tarian berak den! Sampai ke Amerika menjadi break dance!” kata Bang Dahari dengan gelak.
Anak-anak teater pun jadi tertawa terbahak-bahak.

PUISI

Oleh: Taufiq HR Zen Alnezaf

Gelugu

Dukacita bumi
dukacita dirampok
sepi berabad lalu
jutaan airmata
bukan embun
pedataran waktu
apalagi yang bisa
dicopet dari laut
sedang perahu
sekarat ditikam matahari

Topeng

Badut-badut
bicara dosa-pahala
bicara surga
neraka bicara
untung rugi
mereka tak bicara
kekasih yang terkasih,
mereka hisap madat,
memuja diri
mencari kesucian

Purdah

Selamat datang
derita anak negeri,
ceritamu patahkan
tiang kelambu langit,
usaikan tangismu,
jangan biarkan mata
menyipit kelu,
menanggung sisa
nafas untuk esok

Bogor, 2008